BUKU PELAJARAN UNTUK PARA AKSEPTOR KBA MOB ( bag 2 )

Syarat-syarat Kesuburan.
Syarat syarat kesuburan adalah sebagi berikut:

  • Ovulasi yang memuaskan.
  • Saluran-saluran telur yang sehat sehingga memungkinkan perjalanan sel-sel sperma untuk bertemu dengan sel telur. Sesudah pembuahan, saluran ini akan memberi gizi dan membentuk embrio untuk menempuh perjalanan sampai ke rongga rahim danmengadakan implantasi (nidasi)
  • Selaput dinding rahim yang sehat bagi proses implementasi.
  • Fungsi leher rahim yang memadai untuk menghasilkan lendir melancarkan perjalanan sel-sel sperma sehat sampai saluran telur.
  • Keharmonisan hubungan antara suami – istri yang menunjang pembuahan.

Pencatatan harian.
Pencatatn harian yang berisi hasil-hasil pengamatan yang dilakuakan pada vulva sangat menentukan untuk memahami Metode Ovulasi Billings. Pencatatan tanda-tanda yang paling subur yang terlihat sepanjang hari itu dilakuakan pada malam harinya. Catatan siklus pertama yang harus segera dimulai biasanya dilakukan selama 2-4 minggu, dalam jangka waktu tersebut suami-istri perlu menghindari semua kontak alat kelamin agar hasil pengamatan mereka tidak keliru dengan reaksi yang ditimbulkan oleh hubungan seksual atau kontak alat kelamin.
Hasil pencatatan ini menjadi informasi bagi suami dan memberi kesempatan kepada suami-istri untuk berkomunikasi serta mengambil kepustusan bersama untuk melakukan hubungan seksual atau tidak. Pemeriksaan bagian dalam vagina tidak boleh dilakukan karena dapat menimbulkan kebingungan. Untuk mencatat hasil pengamatan, digunakan stiker-stiker berwarna tau simbol-simbol, dan dibawah setiap stiker tersebut dituliskan satu atau dua kata yang menjelaskan rasa pada vulva dan sifat lendir.
Sebuah pertanyaan unuk membantu perempuan yang merasa kebingunan adalah bagaimana dia mengetahui awal haid ( menstrusai ). Dia pasti segera mengakui bahwa dia merasa basah dam melihat pendarahan pada vulva. Peristiwa ini dicatat dengan stiker  warna merah atau simbol

 

Sama dengan pencatatan pada masa menstruasi, pada saat hari hari selanjutnya semua pengamatan tetang rasa pada vulva dan sifat lendir juga dicatat. Pada hari hari berikutnya, seorang perempuan dengan mudah akan mengenali pola kesuburan dan ketidaksuburan sesuai dengan pola lendirnya sendiri.

August 7, 2008 + Posted in TENTANG MOB + No Comments »


BUKU PELAJARAN UNTUK PARA AKSEPTOR KBA MOB ( bag 1 )

Korelasi Antara Peristiwa Fisiologis Siklus Reproduksi Perempuan dan Pengamatan Vulva
Oleh
:
Dr. Evelyn L. Billings AM, MBBS, DCH

Pada saat-saat menjelang Ovulasi ( lepasnya sel telur dari indung telur ), lendir serviks akan mengalir dari vagina bila perempuan berdiri atau berjalan.
Pengamatan lendir dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Merasakan perubahan rasa pada vulva di sepanjang hari.
  • Melihat langsung lendir pada waktu waktu tertentu.
Hasil pengamatan ini harus di catat pada malam harinya. Catatan itu akan menunjukan  pola kesuburan dan pola ketidak suburan.

POLA SUBUR adalah pola yang terus berubah, sedangkan POLA DASAR TIDAK SUBUR adalah pola yang sama sekali tidak berubah. Kedua pola ini mengikuti hormon yang mengontrol kelangsungan hidup sperma dan pembuahan, dan dengan demikian akan memberikan informasi yang bisa diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan.

Anatomi Sistem Reproduksi Perempuan.

Pertama tama, perlu diketahui tentang anatomi reproduksi perempuan. Bagian-bagian yang paling pokok diperlihatkan pada gambar 1:

  • Rongga rahim tempat bayi akan berkembang di dalamnya selama 9 bulan.
  • Leher rahim ( serviks) memproduksi lendir yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup dan kesehatan sel sel sperma.
  • Vagina, Kantong-kantong Shaw.
  • Alat kelamin bagian luar (Vulva) yang merasakan keberadaan lendir ketika mengalir dari vagina.
  • Kedua indung telur (Ovarium) yang mengandung sel-sel telur. Folikel-Folikel (gelombang yang berisi sel telur) dalam indung telur menghasilkan hormon-hormon yang bertanggung jawab atas pertumbuhan endrometrium dalam proses persiapan kehamilan. Hormon-Hormon tersebut juga mengaktifkan kelenjar-kelenjar leher rahim yang memproduksi lendir, dan mengakibatkan perubahan perubahan lain selama siklus yang menyangkut fungsi vagina dan sel telur.

August 6, 2008 + Posted in TENTANG MOB + No Comments »


STIKER

KODE PENEMPELAN STIKER dan PEMAKAIAN SIMBOL

 

+ Posted in PANDUAN + No Comments »


CARA PENGAMATAN dan PENCATATAN

A. Cara Pengamatan Diri.

Pengamatan dilakukan setiap hari mulai bangun tidur di pagi hari samapi akan tidur di malam hari. kemudian  pengamatan tersebut disimpulkan untuk kemudian di catat di buku pencatatan untuk hari itu pada malam hari menjelang tidur.

pengamatan melimuti 2 hal :

  • Rasa Vulva : kering di vulva / lembab / rasa basah / licin.
  • Sifat lendir : tidak ada lendir / lekat / keruh / jernih / mulur.

B. Cara Pencatatan harian

Pada buku pencatatan di kolom pencatataan.

  • Tulis tanggal dan bulan hari itu kemudin urutkan kebawah. Bila ibu belum menstruasi setelah melahirkan, urutkan terus kebawah sesuai tanggal dan sambung pada jalus berikutnya. Namun bila ibu nantinya menstruasi, maka pencatatan hari pertama menstruasi di mulai di awal lajur berikut nya.
  • Pencatatan awal pada ibu selain pasca melahirkan atau menyusui, sebaiknya di mulai pada hari pertama menstruasi dengan maksud agar ibu yakin tidak ada kehamilan pada siklus sebelum nya.
  • Pencatatan dilakukan sesuai pengamatan ibu pada hari itu.
  • isi kolom keterangan sesuai pengamatan ibu. 

+ Posted in PANDUAN + No Comments »


PERATURAN METODE OVULASI BILLINGS

A Mencapai kehamilan
Digunakan peraturan Pra-Ovulasi. Cara ini membantu untuk mengenal perubahan pola kesuburan lendir. Kemudian, hubungan intim harus ditunda sampailendir licin tampak. Beberapa hari berikutnya adalah hari yag paling subur. Oleh karena itu, hubungan intim hendaknya dilakukan selama ada lendir licin ( vulva terasa licin ).
B Menunda / menjarangkan kehamilan.
Digunakan
( a ) Peraturan Pra Ovulasi

  •     peraturan 1     :  Hindari hubungan intim pada hari hari pendarahan deras selama menstruasi
  •     peraturan 2     :  Hubungan intim boleh dilakukan pada setiap malam hari kedua, bila hari ini                                sudah dikenal sebagi hari tidak subur.
  •     Peraturan 3     : Hindarilah hubungan intim setiap hari ketika lendir atau pendaraha                               menyelingi pola dasar tidak subur. Hubungan intim baru boleh dilakukan lagi   bila dalam 3 hari berturut turut dikenali sebagai PDTS.
( b ) Peraturan Puncak
    Peraturan 4 : Sampai awal hari ke - 4 sesudah puncak, hubungan intim termasuk segala bentuk kontak alat kelamin harus dihindari. Mulai dari hari ke 4 sesudah puncak sampai akhir siklus, boleh dilakukan hubungan intim setiap pada setiap saat.

+ Posted in PANDUAN + No Comments »


LANDASAN ILMIAH METODE OVULASI BILLINGS

    Ladasan ilmiah MOB adalah proses interaksi antara hormon – hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormon (LH), Estrogen dan Progesteron yang bersama sama mengatur proses reproduksi manusia pada perempuan, termasuk terbentuknya lendir (mucus) pada leher rahim (cervix) yang ditandai dengan gejala yag dapat diamati dan diidentifikasi oelh perempuan yang bersangkuatan.
    Setiap perempuan yang mampu melahirkan anak pasti mengetahui bahwa selama beberapa hari diantara 2 mas ahaid akan keluar LENDIR yang berwarna putih dari liang senggama. Lendir lendir itu berasal dari kelenjar leher rahim yang sering disebut “Darah Putih”. Lendir ini merupakan gejala alamiah dan bukan penyakit / infeksi, juga bukan timbul karena rangsangan seksual. Gejala tersebut memberitahukan kepada perempuan yang mengamati diri tentang hari hari subur didalam siklusnya, termasuk “HARI PUNCAK” (hari terakhir masa licin) yang dekat dengan saat OVULASI (Lepasnya sel telur dari indung telur). Bila suami isteri pada waktu itu tidak melakukan hubungan intim maka isteri tidak akan hamil.
    Banyak pasangan yang ingin mecapai / mecegah kehamilan mengalami kesulitan dalam menentukan hari ovulasi karena melihat mengalami kesulitan dalam menentukan hari ovulasi  kerana melihatsedikitnay lendir yang bahkan tidak tampak, namun rasa licin yang semakin licin di vulva tetap terasa. Rasa licin pada vulva merupakan petunjuk yang paling tepat mengenai terjadinya ovulasi. Sehingga pasangan dapat melakukan hubungan intim pada saat itu bila ingin hamil dan tidak melkukan hubungan intim bila bertujuan tidak ingin hamil.
MOB dapat dimanfaatkan pula untuk merencanakan jenis kelamin anak ( 75% ) yaitu dengan cara menempatkan hubungan intim pada saat saat tertentu pada masa subur perempuan. Bertindak sebagai penentu kelamin anak adalah pihak suami yang mengandung 2 jenis kromosom yaitu kromosom x (penetu jenis kelamin perempuan) dan kromosom y (penetu jenis kelamin laki laki).
Lihat gambar

+ Posted in PANDUAN + No Comments »


BELAJAR MEMAKAI METODE OVULASI BILLINGS

Petunjuk Praktis bagi pasangan agar berhasil memakai MOB dalam merencanakan keluarga.

A. PERSIAPAN LAHIR DAN BATIN

1 percaya diri
    percayalah bahwa anda bersama berjuta juta pasangan suami istri lain di seluruh dunia dan menikmati manfaat KB – MOB yang mengutamkan kesehatan reproduksi perempuan dan relasi suami istri. Mafaat lain yang dapat diperoleh adalah murah, mudah, mandiri dan tidak bertentangan dengan ajaran agama apapun.
    Dr. Billings menemukan bahwa sebenarnya masa subur dan tidak subur dapat dengan mudah diketahui oleh perempuan itu sendiri tanpa bantuan tenaga medis. Untuk mencapai pemahaman maksimal sebaiknya pada taraf awal ( 2- 3 siklus) didampingi seorang pembina MOB untuk kegiatan pencatatan dan pengamatan rasa / sifat lendir yang dilakukan. KB – MOB ini dapat diterapkan sampai menjelang mati haid ( pra menopause) tanpa khawatir ada kegagalan atau efek samping, selain itu diharapkan akan menambah pengetahuan dan memupuk rasa percaya diri. Kemudian diharapakan pula untuk  menyampaikan pengalaman ini kepada pasangan lain yang sedang mencari metode KB yang cocok untuk mereka.

2  kerjasama antara suami istri
    Seorang isteri tidak dapat memakai MOB tanpa persetujuan dan dukungan dari suaminya, pihak isteri melakukan pengamatan diri dan pencatatan setiap hari sedang suami ikut terlibat dengan cara mau mengertiuntuk kemudian menyesuaikan diri dengan pola siklus isteri dan mentaati peraturan MOB sesuai dengan tujuan kesepakatan bersama ingin hamil atau tidak ingin hamil.
    Sebagai metode alamiah, MOB memakai sistem pantang berhubungan intim pada saat subur dalam siklusnya ( + 7 hari ).
catt : pantang hubungan intimbukan berarti tidak lagi mencintai pasangan, namun mencoba tetap memberi perhatian tanpa harus melakukan hbungan intim, sehingga timbul kreatifitas dalam mengatasi masa pantang agar kedekatan berdua tetap terjalin.

3 menaati perautan.
    MOB mempunyai peraturan peraturan yang harus ditaati sesuai dengan tujuan ingin hamil atau tidak ingin hamil dalam upaya merencankan keluarga. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan selama 20 tahun lebih kepada ribuan pasangan suami istri pemakai MOB, bahwa tidak ada kegagalan metode ( method’s failure ) namun kelemahan yang tetap ada adalah kegagalan pemakai ( user’s failure ), yaitu bila ada kesengajaan untuk melanggar peraturan atau pemakai kurang memahami metode atau pengajaran yang kurang tepat dari pembina MOB.
    Hal itu paling penting adalah suami isteri bebas mengambil keputusan untuk melakukan hubungan intim atau tidak, sesuai dengan kesepakatan berdua. Namun bila terjadi kegagaglan terutama bagi yang bertujuan untik menghindari kehamilan hendaknya kehamilan itu diterima dengan baik.

B KERELAAN UNTUK DIDAMPINGI PEMBINA MOB
    memakai KB – MOB ini merupakan pengetahuan yang akan semakin dimengerti baik oleh suami maupun isteri. Tanda tanda yang dikeluarkan secara alami oelh tubuh perempuan disetiap siklusnya sering tidak dimengerti atau tidak diketahui bahwa hal itu menunjukan suatu proses pada organ reproduksi. Dalam menerapkan MOB, pasangan pemula sebaiknya aktif dalam mendapat pendamping dari seorang pembina MOB minimal 2 – 3 siklus atau smapai mengerti betul tentang pola siklus dan mandiri.
Tujaun penting pendampingan tersebut adalah untuk membantu ibu dalam :

  • menetukan puncak kesuburan, ovulasi dan hari hidupnya seltelur dengan tepat.
  • Mengerti pola siklus ibu sendiri.
  • Menerapakan peraturan peraturan MOB sesuai dengan tujuan pasangan.
  • Memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan pemakai.

C PENTINGNYA PENCATATAN HARIAN
    panjang siklus perempuan dan setiap masanya tidaka akn sama setiap bulan dan tidak akan sama pula tanda atau gejala yang dialami. Oleh karena itu perubahan perubahan tersebut akan terlupkan bila tidak ada pencatatan yang dilakuakan setiap hari. Selain itu pencatatan harian menjadi media informasi kepada suami dalam menerapkan MOB sesuai dengan tujuan pasangan ingin hamil / tidak ingin hamil.

*******
 CATATAN
Metode Ovulasi Billings bukanlah metode kalender:
metode kalender
metode ini ditemukan oleh Dr. H. Knaus ( Australia ) dan Dr. K. Ogino ( Jepang ) pada awal abad ke – 20 sebagai metode KB berdasarkan perhitungan panjang – pendeknya siklus.
Metode Ovulasi Billings
50 tahun kemudian 1960 – 1970 MOB ditemukan oleh pasangan Dr. John dan Evelyn Billings sebagai metode KB yang berdasarkan pengamatan efek hormon Estrogen dan Progesteron.
Akibat Estrogen tersebut pada vulva muncul rasa dan sifat lendir tertentu yang dapat diamati oleh perempuan untuk menunjukan secara tepat kapan masa subur atau tidak subur. Prosentase efektif 98 – 100%.

+ Posted in PANDUAN + No Comments »


Sejarah Metode Ovulasi Billings

    Pada tahun lima puluhan, satu satunya cara kelurga Berencana Alamia adalah metode kalender. Metode Kalender berdasarkan kenyataan bahwa ovulasi terjadi hanya pada satu hari dalam satu bulan, antara 10 sampai 16 hari sebelum haid mulai keluar. Atas dasar pengetahuan ini wanita yang siklusnya cukup teratur dapat menentukan hari hari dimana dia subur. Dia menghitung panjangnya siklus selama 1 tahun, kemudian menentukan masa mungkin subur dari hari keberapa sampai keberapa melalui suatu perhitungan dari siklus yang paling panjang dan yang paling pendek.
    Metode Kalender dapat dipakai dengan sukses selama panjangnya siklus wanita tidak berubah. Tetapi ada kekurangannya. Tidak ada wanita yang siklusnya selalu teratur. Kadang kadang karena sesuatu hal – entah stress psikis atau fisik, entah selama menyusui atau waktu sedang menjelang menopause – panjangnya siklus mengalami perubahan yang cukup besar.
    Dalam keadaan dimana siklus menjadi panjang atau tidak teratur, kebebasan pasangan terlalu dibatasi oleh Metode Kalenderdan kurang dapat diandalakan. Ada wanita yang siklusnya hampir selalu tak teratur, tanpa adanya kelainan. Tetapi agar dapat mengendalikan kesuburannya, mereka harus dapat menafsirkan siklus mereka itu. Yang dicari adalah suatu tanda kesuburan yang dapat diketahui oleh wanita itu sendiri.
    Pada tahun 1953, Dr. John Billings mulai belajar buku buku dan majalah majalah kedokteran dengan tujuan mencari tanda tanda kesuburan itu. Dia heran mebaca sebuah buku yang menjelaskan tentang pengeluaran lendir yang terjadi sekitar saat ovulasi oleh sel sel didalam leher rahim.
    Maklumlah dia bukan Dokter Ginekolog. Dari pelajaran pelajaran yang diterimanya Dr. Billings mengambil kesimpulan bahwa mskipun adanya lendir itu sudah diketahui oleh para dokter, tidak pernah ada yang menanyakan kepada wanita apakah dia menyadari hal itu.
    Sebetulnya sudah pada tahun 1855, Dr. Smith setelah mengatkan bahwa kemungkinan mencapai kehamilan paling tinggi pada waktu lendir “didalam keaadaan paling encer / cair”. Juga Dr. Sims, pada tahun 1868 menekankan pentingnya lendir bila mau diperiksa kesehatan sperma. Ia mengatakan bahwa “test kesehatan sperma itu sebaiknya dilaksanakan pada waktu lendir menjadi bening dan bersifat seperti putih telur mentah”. Pada Tahun 1913, Dr. Hurner mengembangkan penelitian Der. Sims. Dia juga menekankan bahwa sebaiknya test Huhner itu dilaksanakan selama ada lendir yang khas. Pada tahun 1933 di perancis, Dr. Seguy dan Dr. Simmonet mengadakan penelitian dengan mengunakan laboratomy, dimana indung indung telur diliat langsung. Mereka menguatkan kesimpulan bahwa ada hubungan erat antara ovulasi dan lendir subur serta puncak estrogen.
    Pada waktu mempelajari semua ini, Dr Billings bertanya-tanya mungkinkah lendir-lendir itu dapat dipakai sebagai tanda ovulasi? Mungkihkah lendir yang subur dapat dipakai sebagai tanda kesuburan?
    Ia mulai menanyakan kepada beberapa wanita tentang lendir lendir itu. Menjadi jelas bahwa bagi ibu ibu lendir itu sesuatu yang biasa, dan mereka sadar akan variasi-variasi dalam sifatnya. Setelah itu perlu meneliti apakah pola perkembangan lendir selama siklus, dan apakah kaum wanita dapat menentukan masa subur meraka.
    Dengan bantuan beberapa ratus wanita, ditemukan suatu polalendir yang standart. Menjadi jelas bahwa selain sifatnya, perasaan lendir penting untuk menunjukan permulaan masa subur. Wanita butapun dapat membedakan perasaan lendir dan menentukan bahwa pola lendir itu tidak begitu berbeda dari satu suku dengan suku yang lain.
    Pada tahun 1966, Dr Evelyn Billings, Istri Dr John Billings mulai membantu suaminya dalam riset dan mengajar metode.
    Langsung menjadi jelas bahwa lebih berhasil bila metode ini diajarkan oelh wnita. Bagi kaum Adam sulit membanyangkan wujud dan perasaan lendir yang merupakan hal pokok dalam menjalankan metode dengan baik. Selain itu sulit bagi wanita tertentu berbicara dengan pembina laki laki mengenai soal lendir.
    Pada pertengahan tahun empat puluhan telah selesai suatau studi klinis yang panjang. Dari penelitian – penelitian itu dirumuskan peraturan – peratutan untuk mengendalikan kesuburan.
    Sampai saat itu baru ditentukan pola lendir yang mempunyai hubungan dengan ovulasi, serta masa tidak subur sesudahnya. Untuk bagian pertam siklus, masih dipakai perhitungan metode kalender. Ini masih kurang memadai bagi mereka yang siklusnya tak teratur, pada wktu ovulasi tertunda, seperti misalnya pada wanita yang menyusui anak atau yang menjelang menopause.
    Banyak wanita setelah mengerti metode dengan baik, merasa tidak perlu memakai termometer lagi. Mereka merasa bahwa perubahan perubahan lendir sudah cukup untuk menentukan masasubur. Suatu kelompok menemukan bahwa kesuburan mulai pada saat pola lendir yang sifatnya terus menerus sama berubah menjadi lendir yang berbeda.
    Penemuan tersebut itu – bahwa ada pola ketidaksuburan selama ovulasi ( entah pola kering, entah ola lendir ) diteriam oelh semua pihak dengan lega, karena tidak perlu lagi mengadakan pantang yang cukup lama pada waktu itu seperti halnya dengan memakai perhitungan kalender. Asal rasa kering atau lendir itu tidak berubah sifatnya, tidak akan terjadi kehamilan. Setiap penemuan baru diteliti dengan seksama dan dihubungkan dengan keadaan hormona agar dapat dirumuskan pedoman pedoman yang dapat diandalkan dan berlaku umum.
    Sejak tahun 1971 perhitungan sistem kalender, dan pengukuran suhu basal tidak dipakai lagi. Metode Ovulasi Billings yang sekarang sudah disempurnakan dan diteliti melalui bermacam macam penelitian, dapat berdiri sendiri, dan berlaku untuk semua keadaan hidup pembiakan.
    Ibu – ibu dapat meneruskan penyusuan bayi dengan tenang, karena tahu apakah mereka subur atau tidak subur. Tidak perlu lagi menyapih banyinya agar supaya mulai berovulasi lagi. Karena sekarang dapat diketahui dengan tepat fase fase ketidak suburannya yang lama, wanita pra-menopause sekarang dibebaskan dari kecemasan, dan dari menunggu kenaikan suhu badan yang mungkin tidak akan terjadi lagi.
    Metode evolusi ditentang terutama oleh meraka yang kurang memiliki pengetahuan dan kepandaian yang mengajarkannya dengan sukses, atau oelh mereka yang mengira bahwa metode ovulasi sama dengan sitem kalender. Terdorong oleh tentangan – tentangan ini penelitian-penelitian ilmiah dilanjutkan bersama dengan percobaan percobaan lapangan. Akibatnya keefektifan metode tidak diragukan lagi.
    Penelitian-penelitian metode pertama tama dilakukan dengan cara menyelidiki hormon hormon kesuburan. Penelitian hormon itu dilakukan atas wanita dengan siklus normal, yang menyusui, menjelang menopause, yang mengalami kelainan siklus seperti misalnya wanita tidak berovulasi, yang pola lendirnya lain, dan mereka yang mengalami kesulitan untuk mengandung.
    Kemudian metode diselidiki melalui penelitian lendir sendiri untuk membedakan ciri ciri khas lendir subur dan lendir yang keluar pada waktu  tidak subur. Akibat riset ini banyak pasangan yang dianggap mandul, dapat mencapai kehamilan. Akhir akhir ini penelitian dilakukan dengan menggunkan teknik teknik ultrasound dan laparoscopi, dimana perubahan perubahan pada permukaan indung telur dapat diselidiki secar visual.
    Sekarang Metode Ovulasi berkembang dimana mana dalam lebih dari 100 negara, dan makin diterima oelh masyarakat luas. Penelitian lendir dari laboratorium, data laparoscop, pengukuran kadar hormon – hormon serta penelitian tentang masalah ketidak suburan, semua menunjukkan bahwa wanita akan lendirnya merupakan pedoman kesuburan yang amat tepat.

Terjemahan dari “ The Billings Method” Dr. Evelyn Billings dan Ann Westmore, Melbourne 1980.

August 5, 2008 + Posted in HISTORY + No Comments »


Profil PUSIMOB

PUSIMOB INDONESIA
(Pusat Informasi Metode Evolusi Billings)
MALANG – INDONESIA
Jl Bukit Hijau B21 Tlogomas Malang 65144
Telp 0341 – 570002 Fax 0341 – 551263
e mail : pusimob@indo.net.id

PUSIMOB ( Pusat Informasi Metode Evolusi Billings) sebagai satu lembaga swasta dengan tujuab mempromosikan KBA-MOB sebagai salah satu KB alternatif untuk mendukung program pemerintah dalam program KB mandiri dan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS).
Secara operasional PUSIMOB bersifat non profit dan independent yaitu bebas menjaln relasi dan bekerja sama dengan instasi apapun dalam semua kegiatan nya yaitu : promisi, pelayanan konsultasi & bimbingan KBA-MOB serta mencetak dan mengkorrdinasi tenaga pembina KBA-MOB di seluruh wilayah indonesia. PUSIMOB berkarya dalam visi dan misi untuk meningkatkan kualitas kehidupan (pro-life) manusia.

TUJUAN PUSIMOB
tujuan umum :

  • mempromosiakan KBA-MOB sebagai metode KB yang bersifat alamiah tanpa efek samping dan lebih mengutamakan kesehatan reproduksi pemakai.
  • Meningkatkan kebahagian keluarga khususnya membuat komunikasi antara suami istri menjadi lebih peka.
  • Mencegah praktek aborsi dalam usaha untuk menghormati martabat hidup manusia serta mendukung gerakan internasional Pro-life.

Tujuan khusus:

  • mencetak dan mengkoordinir tenaga pembina MOB di seluruh indonesia sesuai kurikulum dari WOOMB-Australia (World Orrganization Ovulation Methods Billings). Diharapakan dengan pengajaran yang terkoordinasi ini para pembina mampu membimbing pasutri pemakai KBA-MOB dengan benar dan dapat mencapai keberhasilan sesuai dengan tujuan pasutri, ingin hamil, tidak ingin hamil ataupu merencanakan jenis kelamin anak.

SASARAN

  • pasangan calon pengantin dalam tahap persiapan perkawinan.
  • Pasangan suami istri usia subur.

JENIS KEGIATAN

  • pembicara dalam ceramah, seminar, lokakarya, dll.
  • Konsultasi dan bimbingan bagi peminat.
  • Pengkaderan tenaga pembina lewat kursus pelatihan calon pembina.
  • Kehumasan : penulisan artikel, brosur, pamlet, dll
  • pnelitian dan kajian ilmiah
  • penerbitan buku panduan, buku-buku, buletin, poster, dll

RELASI KERJA SAMA.
Dalam negeri:

  • BKKBN ( Badab Koordinasi Keluarga Berencana Nasional )
  • PERDHAKI ( persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia )
  • Organisasi Katolik: Komisi Keluarga Keuskupan se-Regio Jawa Plus
  • Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Malang dan Kabupaten Malang.
  • PPLH (Pusat pendidikan Lingkungan Hidup) Jawa Timur.
  • Radio-Radio Malang : Kutilang AM, MAS FM, Kosmonita FM, Cakrabuana FM, dan RRI Malang.
  • KTNA ( Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kota Malang.
  • Organisasi organisasi Islam : PondokPesantren, Lembaga Dakwa Islam Indonesia (LDII), Jamaah Islamiah ( J I ), HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ), PMII ( Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia).
  • Kantor DEPAG (Departemen Agama) Kota Malang.
  • KUA ( Kantor Urusan Agama ) kota Malang.
  • Pemerintah Kabupaten Malang.
  • Organisasi Swasta : Yayasan Insan Syamil, PWK (Pemulian Wanita Keadilan), Yayasan Bina Insan.

Luar Negeri :

  • WOOMB ( World Organization of the Ovulation Methods Billings) di Melbourne – Australia.
  • ACBOM ( Asian Centre of the Billings Ovulation Method) di Chenia-Madras, India.
  • Natural Family planning Center of Washington DC, Amerika serikat.

STAF PENGURUS.
Staf operasional

  • Direktur : Dr Paul Klein, SVD
  • Kepala Kantor : Rosalia Ngatini
  • Ketua humas : Dra Umi Nurhayati,
  • Kordinator KBA-MOB untuk propinsi NTT : Dra Praxedis Sadipun
  • pengurus rumah tangga Ibu Sumaningsih.

Staf Ahli
terdiri dari ahli medis, Dokter Kandungan, Dokter Akupuntur, dokter Umum serta ahli Psikologi.

 

+ Posted in PROFIL + No Comments »